Alam menyediakan sarana belajar yang sangat beragam. Si kecil bisa belajar dari hujan, pohon, batu-batu, sungai, dan sebagainya. Mengajak si kecil jadi “naturalis” selain memperkaya informasinya, juga mengasah daya pikirnya.
Usia 5 tahunan dikenal sebagai golden age seorang anak. Artinya, sejak usia 0-5 tahunan, otak anak terbuka lebar untuk menyerap berbagai informasi. Pemberian informasi apapun akan mengoptimalkan perkembangannya. Mengapa?
Ini, karena perkembangan otak sangat besat terjadi pada 5 tahun pertama usianya. Begitu lahir berat otak si kecil mencapai seperempat otak orang dewasa. Pada usia 6 bulan meningkat 50 % berat otak orang dewasa. Pada usia 5 tahun berat otak mencapai 75% dan di usia 10 tahun berat otaknya hampir menyamai otak orang dewasa, 95% yaitu sekitar 1300 gram.
Mengingat perkembangan fantastis tersebut (terutama di 6 bulan pertama usianya), maka rangsangan-rangsangan lingkungan akan mudah terserap otak. Misalnya, pemberian kesempatan anak untuk menjelajah dan mengeksplorasi, akan mengoptimalkan kepintaran motorik kasar, menumbuhkembangkan rasa ingin tahunya. Tepenuhinya rasa ingin tahu anak, dapat meningkatkan kemampuan intelektual, terutama kemampuan berpikirnya.
Menurut Gardner, kepintaran naturalis adalah kepintaran yang dimiliki setiap orang sejak lahir sampai awal-awal hidupnya. Ini terlihat pada usia ini anak menikmati lingkungan sekitar. Bermain dengan air, memasuk-masukkan batu ke mulut untuk mengetahui rasanya, menangkap ulat. Interaksi anak dengan hal-hal fisik di alam menjadi hal yang sangat penting bagi kepintaranya.
BELAJAR DARI ALAM
Anak-anak usia 2-5 tahun memiliki rasa ingin tahu yang sangat-sangat besar. Semangat menjelajah dan eksplorasinya tinggi. Dan, umumnya, penjelajahan dan eksplorasi melibatkan lingkungan atau alam sekitar.
Jean Piaget, psikolog dari Swiss mengatakan bahwa, anak-anak memperhatikan hal-hal kecil. Penjelasan dari lingkungan atau pemenuhan rasa ingin tahunya (yang diperoleh dari jawaban dan penjelasan), membuat anak tak bingung menghadapi berbagai macam benda, situasi maupun orang-orang atau benda-benda yang memiliki konsep yang sama.
Karena itu, mengenalkan alam sekitar merupakan cara efektif untuk mengasah kemampuan berfikir anak, sekaligus menggali kepintaran naturalisnya. Apa yang dipelajari anak dari alam?
Karena itu, mengenalkan alam sekitar merupakan cara efektif untuk mengasah kemampuan berfikir anak, sekaligus menggali kepintaran naturalisnya. Apa yang dipelajari anak dari alam?
DARI HUJAN
Bila hujan turun, apakah Anda mengajak atau membolehkan si kecil main hujan? Rata-rata tidak. Yak, maklum, mengingat hujan sekarang sudah dipengaruhi oleh asam dioksida (racun) karena udara yang sudah tercemar, sehingga tak baik buat kesehatan. Jika toh tak membolehkannya berhujan-hujan ria, mengajak anak mengamati dan menikmati hujan, akan sangat bermanfaat.
Jelaskan pada anak bagaimana proses terjadinya hujan. Terlalu berat buat anak? Mungkin si kecil tidak faham benar, tapi setidaknya otaknya menyerap informasi yang Anda berikan. Beritahukan bahwa hujan itu sangat dibutuhkan manusia. Juga, sangat ditakuti.
Lanjutkan dengan penjelasan hukum sebab akibat. Bagaimana sebuah awal musim hujan yang selalu membawa kesegaran. Kita bisa melihat rumput-rumput kembali menghijau, pohon-pohon terlihat segar, bau rumput basah dan sebagainya. Namun bagaimana jadinya, bila hujan turun terlalu deras? Sementara sungai dan selokan terisi sampah. Tentu banjir lah yang akan datang.
BELAJAR DARI TUMBUHAN, BEBATUAN, SUNGAI DAN MATAHARI
Sekali waktu Anda sekeluarga berkesempatan melakukan perjalanan ke alam terbuka. Maka jangan lewatkan kesempatan ini untuk membuat si naturalis Anda makin bergairah mengeksplorasi rahasia alam. Ajak ia mengamati bebatuan di pinggir sungai. Bebatuanyang senantiasa terbasahi air sungai, dan kemudian mengering terkena cahaya matahari.
Silih berganti air dan matahari menyapa bebatuan yang tak pernah bergeser dari tempatnya. Batu, air sungai dan sinar matahari itu mengajarkan kepada kita tentang banyak hal.
Jelaskan pada anak, apa kegunaan semua itu. Batu, pasir, pohon, bisa jadi bahan membuat rumah. Air dan sinar matahari bisa menjadi sumber listrik yang bermanfaat. Percayalah, tak ada penjelasan yang berat buat anak bila Anda menjelaskannya secara sederhana
0 komentar:
Post a Comment